Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

BANTENGAN NUSWANTARA

Foto dan Naskah oleh : Yuda Kurniawan

Kesenian bantengan merupakan kebudayaan tradisional yang berkembang di daerah Batu dan sekitarnya. Menurut cerita, asal-usul kesenian bantengan mempunyai hubungan dengan pecak silat. Pada saat itu pecak silat kurang diminati oleh masyarakat, sehingga para pendekar memakai topeng banteng dalam melakukan aksi pencak silat dan akhirnya hal itu berkembang menjadi kesenian Bantengan. Kesenian Bantengan pada awalnya selalu dihadirkan pada tiap acara selamatan, suroan serta acara-acara hajatan masyarakat Jawa Timur khususnya warga Malang.

Bentuk kesenian bantengan ini mirip dengan barongsai, tetapi bantengan memiliki keunikan tersendiri. Kesenian ini menggunakan hewan banteng sebagai medianya. Kesenian ini juga dilengkapi dengan sesaji sehingga tiap peserta yang memainkan kesenian ini mengalami kesurupan.

Aroma dupa dan kemenyan tercium ketika arak-arakan peserta bantengan mulai beraksi. Para pawang mulai menggunakan “Pecut” untuk memanggil para banteng, bersamaan dengan itu para peserta berubah seperti layaknya hewan banteng yang sedang mengamuk dan tidak dapat dikendalikan. Banyak peserta yang mengalami kesurupan dan memakan sesaji kembang serta dupa dengan lahap, mereka melakukannya diluar kesadaran.